Pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri farmasi, proses biologis memegang peranan sangat penting karena limbah farmasi umumnya mengandung senyawa organik kompleks yang sulit terurai. Untuk mendukung proses tersebut, diperlukan sistem aerasi yang mampu menyediakan oksigen terlarut (Dissolved Oxygen / DO) dalam jumlah yang cukup. Root blower berfungsi sebagai sumber utama suplai udara ke kolam aerasi agar bakteri aerob dapat hidup dan bekerja secara optimal.
Root blower yang sebelumnya digunakan telah beroperasi dalam jangka waktu lama sehingga mengalami penurunan performa akibat faktor usia.

Penurunan Kinerja Root Blower Lama
Seiring bertambahnya usia pemakaian, root blower mengalami keausan pada komponen mekanis yang menyebabkan penurunan debit dan tekanan udara. Pada IPAL limbah farmasi, kondisi ini sangat kritis karena kebutuhan oksigen relatif lebih tinggi dibandingkan limbah domestik.
Akibat menurunnya suplai udara, kadar DO di kolam aerasi ikut menurun dan tidak lagi berada pada kisaran ideal.
Dampak terhadap DO dan Bakteri Pengolah Limbah
DO yang rendah berdampak langsung pada mikroorganisme aerob yang berfungsi menguraikan senyawa organik dalam limbah farmasi. Ketika DO turun:
- Aktivitas metabolisme bakteri menurun
- Sebagian bakteri mengalami stres atau mati
- Proses degradasi senyawa organik dan senyawa farmasi menjadi tidak optimal
Hal ini menyebabkan efisiensi pengolahan biologis menurun secara signifikan.
Dampak terhadap Nilai BOD
Karena bakteri tidak mampu menguraikan bahan organik secara efektif, maka jumlah zat organik yang tersisa dalam air limbah meningkat. Kondisi ini tercermin dari naiknya nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand). Peningkatan BOD pada efluen IPAL limbah farmasi sangat berisiko karena dapat menyebabkan tidak terpenuhinya baku mutu lingkungan.
Penggantian Root Blower dan Perbaikan Kinerja IPAL
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penggantian root blower lama dengan unit baru yang memiliki kapasitas dan efisiensi yang lebih baik serta sesuai dengan kebutuhan aerasi IPAL limbah farmasi.
Setelah penggantian dan pengoperasian root blower baru, suplai udara ke kolam aerasi meningkat secara signifikan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa nilai DO meningkat dan stabil di sekitar 4 mg/L, yang merupakan kondisi ideal bagi bakteri aerob.
Dengan tercapainya DO tersebut:
- Populasi bakteri kembali stabil
- Proses degradasi senyawa organik dan farmasi berjalan lebih efektif
- Nilai BOD menurun
- Kualitas efluen meningkat dan lebih konsisten memenuhi baku mutu
Kesimpulan
Penurunan performa root blower lama akibat usia pemakaian telah menurunkan kadar DO dalam kolam aerasi IPAL limbah farmasi, sehingga mengganggu aktivitas bakteri dan menyebabkan peningkatan nilai BOD. Penggantian root blower terbukti mampu memulihkan sistem aerasi, meningkatkan DO hingga sekitar 4 mg/L, serta memperbaiki kinerja proses biologis dan kualitas air limbah hasil olahan.

